Pada zaman dahulu, sebelum bernama desa Kembangbilo, desa ini bernama desa Kembang.
Suatu hari, ada seorang wali yang akan mengajarkan agama Islam di desa tersebut, namanya Abdul Asari. Kemudian wali itu membuat sebuah sumur dan merencanakan akan membuat pondok pesantren. Tetapi pada waktu itu, penduduk di desa ini tidak bisa diajak musyawarah bahkan mengajak bertengkar. Lalu wali itu kesal dan menyebut penduduk desa ini dengan nama orang Gilo-Gilo (galak-galak). Wali itu pun kembali ke desanya sendiri yaitu desa "Maja Agung" atau Bejagung.
Beberapa bulan kemudian wali itu kembali dan menyebut desa Kembang ini menjadi Desa Kembangbilo sampai sekarang ini.
Demikianlah sejarah desa Kembangbilo, kecamatan Tuban.
AntiSensei™
0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Ke-39 : Sejarah Desa Kembangbilo!"