AntiSensei Indonesia

Semua Tentang Ilmu Pengetahuan

Jam Pelajaran Ke-38 : Sejarah Desa Sumurgeneng!

Pada awalnya desa ini merupakan hutan jati yang sangat lebat dan menyeramkan. Kemudian oleh seorang pengembara bernama Angga Wijaya dibabatlah hutan itu dan dijadikanlah sebuah desa.

Saat menempati desa yang baru dibangunnya ini, Mbah Angga Wijaya merasa kesulitan mendapatkan air sehingga istri beliau mengusulkan untuk mencari mata air dan membangun sebuah sumur. Akhirnya Mbah Angga Wijaya dibantu oleh keluarganya berhasil menemukan mata air dan membangun sumur di sana. Sumur yang pertama kali ada di desa ini mempunyai air yang begitu melimpah. Sehingga saat generasi semakin bertambah sumur buatan beliau menjadi sumber mata air para warga karena sumur ini satu-satunya yang ada di desa ini. Saat itu, desa ini belum mempunyai nama dan warga pun meminta beliau memberi nama desa ini. Akhirnya beliau sepakat memberi nama desa Sumurgeneng yang berarti sumur yang melimpah airnya.

Setelah beliau wafat, setiap tahun diadakan sedekah bumi yang bertujuan untuk mendo’akan arwah sesepuh desa dan tradisi ini diadakan secara turun-temurun hingga sekarang, setiap sedekah bumi diadakan selalu diselingi dengan hiburan langen tayub. Sampai sekarang pun langen tayub selalu menjadi langganan untuk menghibur warga disini dan para sesepuh desa yang masih hidup yang masih mempercayai bahwa langen tayub sudah merupakan tradisi dari sesepuh mereka terdahulu sehingga mau tidak mau kita harus mengikuti tradisi yang ada. Sedangkan sumur yang menjadi simbol berdirinya desa Sumurgeneng hingga saat ini masih terawat dengan baik dan masih dimanfaatkan para warga untuk mengambil air. Istimewanya sumur ini meskipun musim kemarau airnya tidak pernah kering dan selalu melimpah seperti namanya "sumurgeneng".

Demikianlah sejarah desa Sumurgeneng, kecamatan Jenu, kabupaten Tuban.



AntiSensei™
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Ke-38 : Sejarah Desa Sumurgeneng!"

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Template By Kuncidunia