AntiSensei Indonesia

Semua Tentang Ilmu Pengetahuan

Jam Pelajaran Ke-27 : Sejarah Desa Bate!

Pada zaman dahulu, ada sebuah pemukiman kecil tempat persembunyian para berandal  yang dipimpin oleh Mluyo Kusumo (orang Hindu).
Pada suatu hari, datanglah puteri dari China yang bernama Bah Tei. Ia adalah penjual jamu yang mengadu nasibnya di pemukiman itu.

Mluyo Kusumo memiliki dua hewan ghaib yaitu ayam jago dan kuda. Kedua hewan itu sebagai penjaga pemukiman kecil itu. Ayam jago dan kuda tersebut setiap malam selalu menjaga dan berjalan mengelilingi pemukiman. Sedangkan saat siang kedua hewan ghaib itu menjadi sebuah batu dan berada di punden. Di suatu ketika pada saat ada pencuri mau merampok rumah para berandal yang ada di pemukiman kecil itu, bagaikan laut yang sangat dalam bagi para perampok atau pencuri. Akhirnya, para perampok atau pencuri itu tidak berani mengganggu para berandal.

Suatu saat, Bah Tei menjual jamu di perumahan tersebut membuat para berandal itu menjadi kuat, sehat, dan tidak ada penyakit yang menyerang di pemukiman itu. Melihat Bah Tei seperti itu, Mluyo Kusumo mempersunting Bah Tei. Bah Tei pun sangat bahagia karena mempunyai suami yang sangat gagah dan pemberani.

Pada saat Mluyo Kusumo dan Bah Tei merayakan pernikahannya, pusaka Mluyo Kusumo (ayam jago dan kuda) dicuri oleh para perampok dan dikubur di suatu daerah. Tetapi pusaka Mluyo Kusumo masih kembali ke punden. Namun para perampok tersebut mencurinya lagi dan membuangnya di luar pulau Jawa dan akhirnya pusaka tersebut tidak dapat kembali lagi. Dengan tercurinya pusaka tersebut, pemukiman itu sering diteror oleh para perampok.

Akhirnya Bah Tei itu takut dan pindah ke Rondo Kuning (Karang Tengah). Dengan kepergian Bah Tei tersebut, Mluyo Kusumo menjadi sangat menderita. Di saat itu, Mluyo Kusumo memberi nama pemukiman tersebut dengan nama desa Bate yang diambil dari kata "Bah Tei" atau nama istrinya. Tempat penumbukan jamu yang dijual oleh Bah Tei sekarang ditaruh di punden dan tidak berubah sama sekali. Sedangkan Bah Tei meninggal di Rondo Kuning dan disemayamkan disana.

Demikianlah sejarah desa Bate, kecamatan Bangilan, kabupaten Tuban.



AntiSensei™
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Ke-27 : Sejarah Desa Bate!"

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Template By Kuncidunia