AntiSensei Indonesia

Semua Tentang Ilmu Pengetahuan

Jam Pelajaran Ke-26 : Sejarah Desa Medalem!

Asal usul desa Medalem tidak lepas dari sejarah Sunan Kalijaga di desa tersebut. Berikut adalah kisahnya. Simak baik-baik, ya, sobat AntiSensei.

Sunan Kalijaga lahir di Tuban dengan nama Raden Sahid. Sunan Kalijaga merupakan putra dari seorang Adipati Tuban, Tumenggung Wilwotikto. Ia dibesarkan di lingkungan istana. Setelah beranjak remaja, ia nakal dan menjadi penyamun dengan mencuri barang-barang upeti di gudang penyimpanan dan membagikannya kepada orang-orang miskin. Raden Sahid dikenal dengan sebutan "Brandal Lokajaya".

Pada suatu hari, Lokajaya melakukan perjalanan jauh. Di tengah jalan, ia bertemu dengan seorang kakek tua (Sunan Bonang) yang membawa tongkat dari emas. Lokajaya pun ingin merampas tongkat tersebut. Katanya hasil rampokan itu akan ia bagikan kepada orang yang miskin. Tetapi, Sunan Bonang tidak membenarkan cara itu. Ia menasehati Raden Sahid bahwa Allah tidak akan menerima amal yang buruk. Lalu, Sunan Bonang menunjukkan pohon aren emas dan mengatakan,"bila Raden Sahid ingin mendapatkan harta tanpa berusaha, maka ambillah buah aren emas itu". Dari situlah akhirnya Lokajaya sadar dan ingin menjadi murid dari Sunan Bonang. Dan Sunan Bonang pun mau menerimanya sebagai murid asalkan ia mau menjaga tongkatnya di sungai dan tidak boleh meninggalkan tongkat tersebut. Karena terlalu lama, ia menjadi tertidur dalam waktu yang lama. Sehingga tanpa disadari akar dan rerumputan telah menutupi dirinya. Seiring berjalanya waktu, tak terasa sudah tiga tahun Lokajaya menjaga tongkat itu. Sunan Bonang pun datang dan membangunkan Lokajaya yang tubuhnya penuh dengan lumut dan akar-akar liar. Dari situlah nama Sunan Kalijaga berasal, yaitu berasal dari kata kali artinya "sungai" dan jaga yang artinya "menjaga".

Kalijaga lalu diberi pakaian baru dan diberi pelajaran agama oleh Sunan Bonang. Kalijaga lalu mulai berdakwah di kalangan masyarakat dan dikenal sebagai Sunan Kalijaga. Pada saat Sunan Kalijaga masih menjadi Brandal Lokajaya, ia sering singgah di dusun Soko Desa Medalem.

Dan saat penyerbuan Demak ke Majapahit di bawah pimpinan Sunan Kalijaga, Soko Medalem juga digunakan tempat singgah mereka. Jadi, di Soko Medalem terdapat persinggahan atau napak tilas Sunan Kalijaga.

Di tempat tersebut ada makam yang dikenal dengan nama Makam Ploso. Oleh sebagian penduduk setempat, makam tersebut diyakini sebagai Makam Sunan Kalijaga. Di tempat tersebut terdapat sembilan pohon ploso yang melambangkan sembilan bintang. Lima bintang melambangkan Rasulullah dan empat sahabatnya, sedangkan empat bintang lainnya melambangkan empat madzab. Sedangkan untuk asal desa Medalem sendiri berasal dari kata "Dalem" yang artinya rumah.

Demikianlah sejarah desa Medalem, kecamatan Senori, kabupaten Tuban.



AntiSensei™
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Ke-26 : Sejarah Desa Medalem!"

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Template By Kuncidunia