AntiSensei Indonesia

Semua Tentang Ilmu Pengetahuan

Jam Pelajaran Ke-21 : Sejarah Desa Sumberan!

Pada zaman dahulu, tinggallah beberapa keluarga di sebuah kampung. Tokoh paling tua bernama Kek Min. Pada saat itu belum ada seorang pun yang mengenal agama kecuali kepercayaan. Mata pencaharianya dari hasil mengolah tanah dan peternak kerbau. Walau jauh dari sungai yang permanen, tapi tanah disana subur sehingga masyarakat disana bisa hidup makmur.

Pada suatu saat, salah satu mereka yang tertua ingin sekali membuat sumur untuk mencukupi kebutuhan mandi, mencuci dan kebutuhan air minum. Akhirnya, mereka sepakat untuk menggali sumur di tengah-tengah kampung. Ini dimaksudkan agar adil dalam pengambilan air. Setelah jadi sumur ternyata airnya kurang jernih sehingga hanya cukup untuk mandi dan mencuci. Sedangkan untuk masak dan air minum butuh penyaringan terlebih dahulu. Suatu hari, datanglah beberapa orang di kampung tersebut yang ternyata mereka satu keluarga. Ketuanya bernama Jalaludin. Mereka datang dari Demak ingin menetap di kampung tersebut sambil mengajarkan agama Islam. Penduduk di kampung tersebut tidak keberatan mereka menetap di kampungnya. Hari-hari mereka hidup rukun dalam sebuah perkampungan. Akan tetapi pada suatu ketika, ada permasalahan mengenai air. Ada saja salah satu warga asli keberatan bila keluarga Jalaluddin numpang mandi dan mencuci dari air sumur tersebut. Padahal mereka tak ikut membuat sumur. Akhirnya demi keselamatan keluarga, Jalaluddin membuat sumur sendiri dekat rumahnya. Anehnya sumur buatan Jalaluddin lebih jernih airnya. Melihat hal itu penduduk asli kagum dengan Jalaluddin dan ingin sekali mengambil air dari sumur buatan Jalaluddin. Akan tetapi, mereka mengurungkan niatnya untuk mengambil air, sebab mereka merasa gengsi pada Jalaluddin. Akhirnya dari situlah mereka mengusulkan untuk buat sumur lagi. Dan alhamdulilah berkat kehendak Allah, setiap warga yang ingin buat sumur dapat menemukan sumber air di manapun tempatnya.

Akhir cerita Jalaluddin berkumpul bersama Kek Min dan warga lainya. Mereka berunding untuk memberi nama desa itu. Akhirnya, Jalaluddin mengusulkan untuk memberi nama desa itu dengan nama "Sumberan" dengan alasan setiap warga yang menggali tanah selalu menemukan sumber air. Dengan alasan tersebut, Kek Min dan warga lainya menerima usulan dari Jalaluddin. Akhirnya nama desa tersebut menjadi desa Sumberan.

Demikianlah sejarah desa Sumberan, kecamatan Bancar, kabupaten Tuban.



AntiSensei™
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Ke-21 : Sejarah Desa Sumberan!"

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Template By Kuncidunia