Dari 328 desa dan kelurahan yang tersebar di 20 kecamatan, hanya ada satu desa yang memiliki nama yang sama dengan nama goa, yaitu desa Guwoterus.
Konon, di goa Terus adalah tempat pertapaan Mbah Sukani. Beliaulah yang menamakan goa ini. Dinamakan goa Terus karena konon goa ini memiliki pintu tembusnya sepanjang 15 meter. Warga desa dan sekitarnya percaya bila mempunyai keinginan, terus masuk goa ini dan keluar melalui pintu tembusnya maka keinginan tersebut akan terkabul, namun hal ini akan berlaku sebaliknya bila orang yang punya hajat tersebut tidak keluar goa dari pintu tembusnya atau keluar melalui pintu masuknya tadi (pantangan; masuk dan keluar goa lewat pintu yang sama).
Dengan seiringnya zaman, nama goa tersebut dipakai sebagai nama desa, yaitu desa Guwoterus. Setiap Bulan Besar (penanggalan Jawa) pada hari Rabu Wage atau Sabtu Wage, warga desa mengadakan sedekah bumi berupa ayam panggang dengan menggelar langen tayub di depan goa yang terletak persis di atas sebuah bukit kecil.
Demikianlah sejarah singkat desa Guwoterus, kecamatan Montong, kabupaten Tuban.
AntiSensei™
0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Ke-36 : Sejarah Desa Guwoterus!"