AntiSensei Indonesia

Semua Tentang Ilmu Pengetahuan

Jam Pelajaran Ketigabelas : Sejarah Desa Sembungrejo!


Dahulu desa ini masih bernama "Banguran" karena hanya ada satu pendukuhan. Konon ceritanya, apabila ada orang yang berbuat kejahatan dan melanggar aturan atau pantangan, maka akan kewaguran atau ketahuan dan tertangkap. Oleh karena itu, sesepuh disini menamakan dengan dukuh Banguran. Pada waktu itu, desa ini dipimpin oleh Bpk. Niti Semito. Pada saat kepemimpinannya, ada sekelompok orang yang masuk dukuh Sepat Rojo dan menempati bagian selatan sungai Bengawan Solo. Kelompok tersebut memberi nama tempat itu dengan dukuh "Ngeblek". Mayoritas mata pencahariannya adalah mencuri dan merampok (begal). Istimewanya dukuh ini terdapat bermacam-macam jenis gamelan (gong) dan gamelan ini merupakan barang ajaib karena yang memilikinya adalah seekor buaya bernama "Kliwon".
Konon ceritanya, ada seorang warga dukuh Ngeblek yang berhasil mencuri pemukul gamelan. Akan tetapi, kejadian tersebut diketahui oleh si empunya yaitu buaya. Maka marahlah buaya tersebut sampai menimbulkan banjir bandang yang menenggelamkan dukuh Ngeblek yang lama kelamaan terkikis air Bengawan Solo. Akhirnya dukuh tersebut hilang, tetapi penduduknya pindah ke utara tangkis dan bermaksud untuk bergabung dengan penduduk Sepat Rojo dan Banguran. Akan tetapi, ditolak dan diusir oleh mereka dengan alasan karena mata pencahariannya yang merugikan masyarakat. Karena bingung, banyak warga Ngeblek tinggal di bawah pohon yang letaknya di pemakaman yang merupakan batas desa Sepat Rojo dan Banguran. Untuk mencarikan tempat yang aman bagi warganya, maka pimpinan desa Ngeblek pergi ke dukuh Banguran untuk menemui Bpk. Niti Semito dengan tujuan untuk bergabung dan menjadi warga Banguran. Oleh Bpk. Niti Semito diterimalah mereka dengan syarat sudah tidak boleh lagi mencuri, merampok, dsb dan diberi tempat di sebelah utara dukuh Banguran. Pendukuhan yang baru ditempati warga Ngeblek diberi nama dukuh "Sepat Galeh" yang artinya warga desa Sepat Rojo yang ngaleh (pindah).
Seiring dengan perubahan jaman, warga meminta agar pendukuhan tersebut digabung menjadi satu desa yang kemudian diberi nama dengan desa "Sembungrejo". Warga juga meminta supaya diadakan pemilihan Kepala Desa dan yang terpilih adalah Bpk. Niti Semito sebagai kepala desa pertama yang menjabat mulai tahun 1900 – 1944 M dengan kondisi desa yang masih miskin, dan masyarakatnya banyak yang menderita. Beliau wafat pada tahun 1945 dan digantikan oleh Bpk. Kusno yang menjabat mulai dari tahun 1945 – 1954 M. Akan tetapi, kehidupan dan kemajuan tidak banyak mengalami perubahan. Pada tahun 1945 – 1987 M, desa Sembungrejo dipimpin oleh Bpk. Cokro Mujayin. Pada masa pemerintahan Bpk. Cokro Mujayin, desa Sembungrejo sedikit demi sedikit mulai bangkit, dalam arti desa ada kemajuan dan perubahan terutama dalam bidang pertanian, pembangunan jalan, tempat ibadah, balai desa dan sekolah. Bpk. Cokro Mujayin berhenti dari jabatannya tahun 1987 karena usianya sudah tua. Sehingga pada tahun 1989 diadakan pemilihan Kepala Desa lagi dan yang terpilih adalah Bpk. Harnoko yang memulai kepemimpinannya dari tahun 1989 – 1997 M. Pada saat ini, desa Sembungrejo mengalami perkembangan yang sangat pesat karena beliau adalah pengusaha HIPPA. Sehingga area pertanian yang ada di desa Sembungrejo menjadi subur. Karena pertanian yang subur maka taraf hidup masyarakat meningkat/membaik. Di bidang lainnya, beliau juga memperbaharui fasilitas umum yang sudah tidak layak pakai. Atas jasanya tersebut, Bpk. Harnoko terpilih kembali menjadi kepala desa pada tahun 1998 – 2007.
Dengan terpilihnya tersebut maka HIPPA diserahkan ke desa untuk dikelola sendiri, sehingga hasil HIPPA dapat dipergunakan untuk membangun desa. Dengan berakhirnya masa jabatannya ditahun 2007, kepemimpinan desa Sembungrejo dipimpin oleh seorang wanita yang bernama Ibu Endang Sri Wahyuni. Beliau mulai mengadakan gebrakan untuk memperbaiki infrastruktur yang ada di desa Sembungrejo.
Demikianlah sejarah desa Sembungrejo yang berada di kecamatan Plumpang, kabupaten Tuban.

AntiSensei™
Previous
Next Post »
0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Ketigabelas : Sejarah Desa Sembungrejo!"

Terima Kasih Sudah Berkomentar
 
Template By Kuncidunia