Hai sobat AntiSensei. Kali ini kami akan membahas Aksara Nusantara. Ada yang tahu apa itu "Aksara"?!? Kalau belum tahu, mari simak baik-baik.
Aksara adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada kertas maupun media lainnya (batu, kayu, kain, dll) untuk mengungkapkan unsur-unsur ekspresif dalam suatu bahasa. Istilah lain untuk menyebut aksara adalah sistem tulisan. Alfabet dan abjad merupakan istilah yang berbeda karena merupakan tipe aksara berdasarkan klasifikasi fungsional. Unsur-unsur yang lebih kecil yang terkandung dalam suatu aksara antara lain: grafem, huruf, diakritik, tanda baca, dsb.
Aksara secara etimologis berasal dari bahasa Sansekerta yaitu akar kata "a-" yang berarti "tidak" dan "kshara" yang artinya "termusnahkan". Jadi, aksara adalah sesuatu yang tidak termusnahkan/kekal/langgeng. Dikatakan sebagai sesuatu yang kekal, karena peranan aksara dalam mendokumentasikan dan mengabadikan suatu petistiwa komunikasi dalam bentuk tulis. Istilah lain untuk menyebut aksara adalah huruf atau abjad yang dimengerti sebagai lambang bunyi (fonem) sedangkan bunyi itu sendiri adalah lambang pengertian yang menurut catatan sejarah secara garis besar terdiri dari:
1. Piktografik (aksara Hieroglif Mesir, Tiongkok Purba, dll)
2. Ideografik (aksara Tiongkok yang kemudian hasil goresannya tidak lagi dilihat melukiskan benda konkrit)
3. Silabik (aksara Dewanagari, Prenagari, Pallawa, Jawa, Arab, Hiragana dan Katakana Jepang.
4. Fonetik (aksara Latin, Yunani, Cyrillic Rusia, Gothik Jerman.
Aksara Nusantara merupakan beragam aksara atau tulisan yang digunakan di Nusantara untuk secara khusus menuliskan bahasa daerah tertentu. Walaupun Abjad Arab dan Alfabet Latin seringkali digunakan menuliskan bahasa daerah. Istilah aksara Nusantara seringkali dikaitkan dengan aksara hasil inkulturasi kebudayaan India sebelum berkembangnya Agama Islam di Nusantara dan sebelum kolonialisasi bangsa-bangsa Eropa di Nusantara.
Berikut adalah beberapa aksara Nusantara yang merupakan warisan kebudayaan Indonesia.
1. Aksara Jawa (Hanacaraka)
2. Aksara Sunda
3. Aksara Bali
4. Aksara Lampung
5. Aksara Batak
6. Aksara Rejang
7. Aksara Incung Kerinci
8. Aksara Lontara
Adapun aksara berikut yang pernah digunakan di Nusantara selama masa kerajaan.
1. Aksara Pallawa
2. Aksara Kawi
3. Aksara Sunda Kuno
4. Aksara Minahasa Kuno
Untuk pembahasannya akan dibahas dipertemuan berikutnya.
Aksara adalah suatu sistem simbol visual yang tertera pada kertas maupun media lainnya (batu, kayu, kain, dll) untuk mengungkapkan unsur-unsur ekspresif dalam suatu bahasa. Istilah lain untuk menyebut aksara adalah sistem tulisan. Alfabet dan abjad merupakan istilah yang berbeda karena merupakan tipe aksara berdasarkan klasifikasi fungsional. Unsur-unsur yang lebih kecil yang terkandung dalam suatu aksara antara lain: grafem, huruf, diakritik, tanda baca, dsb.
Aksara secara etimologis berasal dari bahasa Sansekerta yaitu akar kata "a-" yang berarti "tidak" dan "kshara" yang artinya "termusnahkan". Jadi, aksara adalah sesuatu yang tidak termusnahkan/kekal/langgeng. Dikatakan sebagai sesuatu yang kekal, karena peranan aksara dalam mendokumentasikan dan mengabadikan suatu petistiwa komunikasi dalam bentuk tulis. Istilah lain untuk menyebut aksara adalah huruf atau abjad yang dimengerti sebagai lambang bunyi (fonem) sedangkan bunyi itu sendiri adalah lambang pengertian yang menurut catatan sejarah secara garis besar terdiri dari:
1. Piktografik (aksara Hieroglif Mesir, Tiongkok Purba, dll)
2. Ideografik (aksara Tiongkok yang kemudian hasil goresannya tidak lagi dilihat melukiskan benda konkrit)
3. Silabik (aksara Dewanagari, Prenagari, Pallawa, Jawa, Arab, Hiragana dan Katakana Jepang.
4. Fonetik (aksara Latin, Yunani, Cyrillic Rusia, Gothik Jerman.
Aksara Nusantara merupakan beragam aksara atau tulisan yang digunakan di Nusantara untuk secara khusus menuliskan bahasa daerah tertentu. Walaupun Abjad Arab dan Alfabet Latin seringkali digunakan menuliskan bahasa daerah. Istilah aksara Nusantara seringkali dikaitkan dengan aksara hasil inkulturasi kebudayaan India sebelum berkembangnya Agama Islam di Nusantara dan sebelum kolonialisasi bangsa-bangsa Eropa di Nusantara.
Berikut adalah beberapa aksara Nusantara yang merupakan warisan kebudayaan Indonesia.
1. Aksara Jawa (Hanacaraka)
2. Aksara Sunda
3. Aksara Bali
4. Aksara Lampung
5. Aksara Batak
6. Aksara Rejang
7. Aksara Incung Kerinci
8. Aksara Lontara
Adapun aksara berikut yang pernah digunakan di Nusantara selama masa kerajaan.
1. Aksara Pallawa
2. Aksara Kawi
3. Aksara Sunda Kuno
4. Aksara Minahasa Kuno
Untuk pembahasannya akan dibahas dipertemuan berikutnya.
AntiSensei™

0 Komentar untuk "Jam Pelajaran Kedua : Aksara Nusantara!"